-->

Advertisement

KS

Mafia Tanah di Kalbar Kembali Berulah, Rugikan Negara 1 Trilliun

inidata.id-Polda Kalimantan Barat mengungkap sindikat mafia tanah dengan keuntungan diperikaran mencapai 1 trilliun rupiah dengan melibatkan pegawai oknum Kepala Desa dan mantan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya seluas 200 hektare lokasi tanah yang menjadi perkara di Desa Durian, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:

          Dukung Inidata.id tetap ada  

Demikian dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Luthfie Sulistiawan. Dia merinci, empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara itu berinisial A, UF, H dan T.

"Pada bulan Maret 2021 Polda Kalbar berhasil mengungkap kasus tindak pidana pemalsuan surat yang berkaitan dengan beberapa sertifikat hak milik tanah dan menimbulkan adanya kerugian masyarakat," ucap Komisaris Besar Polisi Luthfie Sulistiawan.

Adapun barang bukti yang disita yaitu 147 buku tanah,  11 lembar sertifikat Hak Milik Tanah dan 1 buah buku register pengantar KTP dari kantor desa.

Diketahui bahwa Pelaku berinisial A merupakan Residivis yang pernah terlibat dalam kasus yang sama pada tahun 2014 sehingga diberhentikan secara tidak hormat dari BPN pada tahun 2015.

Komisaris Besar Polisi Luthfie Sulistiawan menjelaskan, sebagian besar yang menjadi korban adalah masyarakat kecil, yang mata pencahariannya berasal dari lahan tersebut. Karena perkara tersebut terjadi pada proses ajudikasi pertanahan tahun 2008. 

"Proses ajudikasi ini justru digunakan untuk melakukan kejahatan dengan cara melakukan tindak pidana pemalsuan," kata dia.

Dia berkata, kasus pertanahan di Kalbar adalah salah satu jenis tindak pidana yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Sehingga Polda Kalbar membentuk Posko Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Tanah. 

"Dalam pelaksananya Polda Kalbar bersinergi dengan Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Kalbar dan kantor Pertanahan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Luthfie Sulistiawan.

 Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:

          Dukung Inidata.id tetap ada  


Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

Subscribe Our Newsletter