-->

KS

Marak Muncul Toko Berjejaring Nasional Berkedok di Bantul

 Produk yang dijual dipasok oleh toko berjejaring nasional


‎Pembatasan pemberian izin toko modern berjejaring nasional oleh Pemkab Bantul berdampak pada sulitnya untuk mendapatkan izin toko berjejaring sehingga dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pengusaha untuk menyulap swalayan atau toko yang barang dagangannya dipasok oleh toko berjejaring nasional.

Dari pantauan di lapangan setidaknya ada dua swalayan atau toko, barang dagangan yang dijual di pasok oleh toko berjejaring nasional. Pelayanan swalayan juga menggunakan seragam toko berjejaring, penataan barang dagangan juga mirip dengan dagangan yang dijual pada toko jejaring dan yang beda hanya nota pembayaran tidak mencantumkan nama toko berjejaring nasional.

"Saya tadi beli rokok di salah satu swalayan yang ada di Jalan Imogiri Timur KM 14, Singosaren. Swalayan tersebut hampir mirip dengan toko berjejaring nasional hanya tidak dicantumkan namanya toko berjejaring. Namun pelayanan swalayannya memakai seragam toko berjejaring nasional," ujar Juki salah satu konsumen di Swalayan yang berada di Jalan Imogiri Timur, KM 14, Singosaren, Jumat (21/5/2021).‎

Keberadaan swalayan yang tampilannya dari depan mirip toko berjejaring nasional namun tidak mencantumkan nama toko berjejaring nasional sudah berlangsung lama dan pelanggannya cukup banyak namun tidak buka selama 24 jam.‎

"Ndak sampai 24 jam, sampai pukul 22.00 WIB sudah tutup," ucapnya.‎

Tak berbeda dengan swalayan yang ada di Jalan Imogiri Timur KM 14, Singosaren, swalayan yang ada di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Bantul sekilas hanya tampak seperti swalayan pada umumnya. Namun demikian ketika memasuki swalayan atau toko yang dominan bercat kuning tersebut nuansa toko berjejaring nasional sangat nampak. Bahkan sejumlah produk yang dijual berlabel toko berjejaring nasional.


"Ya memang dari luar hanya seperti swalayan pada umumnya, namun ketika masuk terlihat barang dagangan  dipasok dari toko berjejaring nasional," ujar Dito salah satu konsumen swalayan tersebut.


 Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Dinas Perdagangan, Agus Riyarmadi mengatakan soal data swalayan yang berijin belum ada data terbaru karena terbentuk pandemik dan adanya recofusing anggaran.

"Sebelum pandemi ada 77 toko atau swalayan yang tidak memiliki izin. Dari 77 toko atau swalayan tersebut 71 diantaranya merupakan toko atau swalayan tak berjejaring," ucapnya.

Untuk tahun 2021 terdapat 161 toko atau swalayan baik berjejaring dan tidak berjejaring yang berijin. Dari 161 toko atau swalayan, 35 diantaranya merupakan toko atau swalayan berjejaring.‎

"Toko berjejaring nasional yang baru keluar izinnya ada lima yang semuanya berada di Ring Road Selatan Yogyakarta," ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis mengatakan adanya toko berjejaring berkedok toko tak berjejaring menjadi masukan bagi Komisi B untuk segera melakukan inspeksi mendadak karena jelas-jelas melanggar aturan yang ada.

"Ini kan cara-cara yang nakal untuk mengakali masalah perizinan toko berjejaring nasional karena sudah tidak ada lagi kuota pendirian toko berjejaring nasional di Bantul," ungkapnya.

Politisi PAN ini mengaku jika nantinya dalam sidak ditemukan adanya toko non berjejaring namun produk yang dijual dipasok oleh toko berjejaring nasional dipastikan kita akan merekomendasikan untuk ditutup karena jelas melanggar aturan yang ada.

"Izin toko berjejaring nasional tidak akan mungkin keluar karena kuotanya sudah penuh. Kalaupun ada pasti tidak memiliki izin," tegasnya.‎



Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

Subscribe Our Newsletter