-->

Advertisement

KS

Edukasi Wisata Penyu Paloh Sambas: Upaya Lestarikan Hewan Langka di Kalimantan Barat

inidara.id - Kecamatan Paloh merupakan kawasan pesisir yang masih alami bagi hewan langka jenis penyu di Kabupaten Sambas, selain asri, lokasi pantai paloh merupakan tempat penyu bertelur, sebagai hewan yang dilindungi, sudah saatnya pelestarian penyu dikenalkan kepada masyarakat, terutama tantangan yang dihadapi penyu dalam pelestariannya.


 Edukasi tentang penyu sangat penting bagi kelangsungan hidup hewan langka yang di Lindungi. "Masih banyak masyarakat tidak mengetahui cara pelestarian penyu, bahkan melihat secara langsung juga tidak pernah, sehingga edukasi wisata penyu ini penting, terutama bagi pelajar," kata Muraizi Ketua Pokmaswas Kambau Borneo, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. 

Menurut dia, Tanjung Api merupakan zona inti peneluran penyu di Kecamatan Paloh, dan saat ini telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Kelima (KKPD) yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) KKPD Paloh melalui Kepmen KP 93/2020.

Edukasi Wisata Alam

Agar masyarakat mengetahui kebiasaan penyu, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kambau Borneo membuka edukasi wisata alam di lokasi penyu bagi masyarakat, seperti melihat proses penyu bertelur, berfoto dengan penyu, proses relokasi sarang ke tempat penetasan semi alami (Hatchery) dan pelepasan anak penyu (tukik) ke pantai. 

"Dalam wisata ini, pokmaswas akan menjelaskan kepada pengunjung berapa proses lama proses penyu bertelur, berapa lama proses pengeraman, bagaimana struktur sarang semi alami yang baik, serta bagaimana cara pelestariannya, apalagi di musim puncak penyu bertelur, sehingga masyarakat tirut memiliki kesadaran pentingnya menjaga kelestarian penyu, "ucap Muraizi.

Pentingnya Pelestarian Penyu Paloh Sambas  

Sekretaris Pokmaswas Kambau Borneo Zefriden  menambahkan, selain pentingnya pelestarian penyu, pengunjung juga harus mengetahui tantangan apa yang dihadapan penyu saat akan bertelur, seperti banyaknya predator, parasit seperti kerang yang menempel di kerapas penyu, sehingga dapat menyebabkan kerapas penyu menipis dan berlubang. 

Selain bahaya predator di darat saat penyu bertelur, juga ada tantangan lain yang dihadapi penyu saat telurnya menetas, yaitu predator laut saat tukik menuju ke laut, sehingga tidak heran penyu menjadi sasaran empuk predator. 

"Edukasi ini memberikan materi konservasi penyu kepada masyarakat, sehingga mereka memiliki kesadaran pentingnya menjaga kelestarian hewan penyu," katanya. 

Zefri menjelaskan, penyu bertelur pada malam hari, sehingga harus menginap untuk melihat proses penyu bertelur, selain itu, untuk menuju lokasi konservasi penyu di Basecamp Kambau Borneo, Pantai Tanjung Api harus menggunakan motor sekitar 10 menit dari Pantai Kampak ke lokasi dengan cara menyisir pantai.

"Mobil atau mini bus bisa parkir di pantai kampak dan melanjutkan perjalanan menggunakan motor," jelasnya. 

"Bagi masyarakat atau pengunjung yang ingin mengetahui edukasi wisata penyu di kawasan Pokmaswas Kambau Borneo, dapat menghubungi Muraizi ke no Handphone 0812 5687 9307 atau Zefriden ke nomor 0821 4824 1312 di Kecamatan Paloh, dan Muhammad Ridho CSMTV 0853 9385 5533 di Kecamatan Sambas," ujarnya. (Muhammad Ridho)

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:

Dukung Inidata.id tetap ada  

Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

Subscribe Our Newsletter