-->

Advertisement

KS

Industri Eropa Penghasil Emisi Kucurkan Rp 1,8 Triliun demi Mangrove Indonesia

inidata.id - Keberadaan hutan mangrove membantu dalam penyerapan karbondioksida dalam  mengurangi polusi. Hal itu berdasarkan data Badan Restorasi Gambut dan Mangrove atau BRGM mencatat dari luas mangrove 3,31 juta  di Indonesia 465, 871 hektare rusak.

Deputi Bidang Perencanaan dan Evaluasi BRGM  Satyawan Pundyatmoko mengatakan jumlah  465, 871 hektare terdari dari 9 Provinsi di Indonesia dan akan direstorasi.

"Pemerintah Indonesia tahun 2021  mendapatkan dana hibah sebesar Rp 1,8 triliun dari perusahan industri penghasil emisi Eropa," katanya.

Sebanyak 3,2 juta hektare hutan mangrove Indonesia merupakan  20 persen luas hutan mangrove dunia tentunya telah memberikan kontribusi terhadap penyerapan polusi dunia. Dari 3,31 juta  465 ,871 hektare yang terdiri dari 9 Provinsi  rusak dan akan direhab.

9 Provinsi yang hutan mangruvenya rusak meliputi Provinsi Sumatera utara  kerusakannya  51,2 hektare, Riau 153,1, Kepri 37,364, Bangka Belitung 80,696, Kalbar 16,423,Kaltim 17,879, Kaltara 18,817, Papua 58,539 ,Papu Barat 31,977, total 465 ,871 hektare.

Faktor kerusakannya diakibatkan penebangan liar, pembukaan untuk tambak ,pertanian masyarakat dan pembuatan arang.

Sekretaris BRGM Ayu Dewi Utari mengatakan di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia, kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilakukan harus berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN.

"Program PEN Rehabilitasi Mangrove yang dijalankan BRGM adalah Penanaman Bibit Mangrove yang berbasis masyarakat. Hal ini diharapkan dapat terwujudnya ekosistem mangrove yang lebih asri, juga memberikan keuntungan ekonomi serta meningkatkan daya beli masyarakat," katanya.

Dia mengatakan BRGM dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 120 Tahun 2020, merupakan lembaga non struktural yang bertanggung jawab kepada Presiden untuk melanjutkan restorasi gambut di 7 Provinsi dan mendapat mandat baru untuk merehabilitasi mangrove di 9 provinsi pada periode 2021-2024. 

Kepulauan Riau adalah salah satu provinsi target rehabilitasi mangrove BRGM. Tahun ini, luasan target rehabilitasi mangrove di Kepri adalah 5.500 hektar dari 83.000 hektar target nasional. Disampaikan juga, terdapat 36 Pokmas yang akan melakukan penanaman bibit mangrove yang yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota di Kepulauan Riau.

Untuk memastikan kegiatan ini berjalan sesuai perencanaan, Pokmas juga diberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan fisik dan kapasitas penyusunan laporan pengelolaan keuangan.

”Ini kita lakukan karena dana langsung di transfer ke Pokmas. Untuk mempercepat rehabilitasi mangrove ini di Kepri, BRGM bekerja bersama BPDASHL Sei Jang Duriangkang Kepri. Mengingat, rehabilitasi mangrove merupakan tugas bersama dan keberhasilannya bergantung pada besarnya dukungan dan keterlibatan semua pihak," kata dia. Maka dipandang perlu untuk bersinergi dan bekerjasama “Ayo kita rehabilitasi mangrove dan sejahterakan masyarakat Kepri.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:

Dukung Inidata.id tetap ada 


Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

Subscribe Our Newsletter