-->

Advertisement

KS

Alasan Kapal Ikan Asing Ilegal Berbendera Vietnam Diamankan Polisi di Kepri

inidata.id - Sebanyak empat Kapal Ikan Asing (KIA) ilegal  berbendera Vietnam diamankan Patroli Kapal Polisi (KP) Bisma 8001 Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau pada  Jumat lalu (27/8/2021. Keempat kapa lasing itu  berupaya melakukan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing). 

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:
Dukung Inidata.id tetap ada

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, mengatakan ke empat kapal ini melakukan ilegal penangkapan ikan di wilayah laut Natuna Utara yang masuk ke Zona  Ekonomi Indonesia (ZEEI) dan saat ini kapal sudah ditarik ke batu ampar untuk diserahkan kepada Direktorat  Pengawasan Sumberdaya Kelautan (PSDKP) guna untuk penyidikan lebih lanjut.

“Dari 4 kapal ini ABK nya sebanyak 40 orang 4 orang di antaranya nakhoda, barang bukti  di antaranya yang disita 4 kapal yakni 3 unit kapal berkapasitas 130  GT kemudian satu unit kapal 100 GT dan kurang lebih satu ton ikan  hasil tangkapan yang dinyatakan ilegal,“ kata Komjen Pol Arief di Dermaga Pelabuhan Batu Ampar, Selasa (31/8/21).

Mantan Kapolda Kalimantan Barat itu menyebut, beberapa kali Polair Mabes Polri melakukan pola penegakan hukum untuk mengamankan  kelautan di Kepulauan Riau. Provinsi Kepulauan Riau  memiliki  95 persen luas wilayahnya perairan, yang lautnya cukup luas  sehingga perlunya upaya – upaya kolaborasi di dalam mengamankan kekayaan negara indonesia.

Oleh karena itu  Mabes polri mendukung dalam pengamanan Laut di Kepulauan Riau  menempatkan 9 unit kapal yang di bawah komando operasi yang  di BKO kan ke  Polda Kepri.

“Dari 9 unit kapal itu saya menugaskan satu orang perwira tinggi berpangkat Brigadir jenderal untuk petugas  Supervisor sekaligus penegembanan yang berkoordinasi dengan  Kapolda Kepri serta intansi yang bekerja sama dalam pengamanan laut,” kata Arief Sulistyanto.

Selain itu, Baharkam Polri  menempatkan 9 unit kapal patroli di perairan Kepri, di bawah komando Polda Kepri. Penggagalan illegal fishing menurut Kepala Baharkam Polri,  selama ini berhasil dilakukan berkat kerjasama dan sinergitas lintas instansi, baik PSDKP, Bea Cukai, dan TNI AL.

“Walaupun bekerja dengan UU yang berbeda, tapi tekad kami adalah untuk mengamankan perairan dan menjaga kekayaan laut,” kata Arief Sulistyanto.

Sementara itu, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Mohammad Yassin Kosasih mengungkapkan modus operandi yang dilakukan para pelaku pencurian ikan tersebut masih sama pada tangkapan-tangkapan sebelumnya yakni melakukan operasi pada malam hari.

“Pada menjelang subuh, mereka kembali lagi ke negara asalnya untuk menghindari kapal patroli kita. Dari pengungkapan kasus ini kita berhasil menyelamatkan aset atau kekayaan laut milik negara sektor perikanan dari tindak pidana illegal fishing sebanyak 2300 ton per tahun,” katanya

Menurut  Yasin, masing-masing kapal memiliki palka atau tempat menyimpan ikan yang berbeda. Dengan total palka dari keempat kapal tersebut sebanyak 39 palka dan masing-masing palka berkapasitas 5 ton.

“Dari 39 palka itu dikalikan 5 ton berarti 195 ton sehingga dalam pertahun tercapai jumlah 340 ton jumlah ikan yang dicuri. Kalau mereka tidak tertangkap, dalam mereka melakukan operasi negara mengalami kerugian begitu besar,” kata Moh Yasin.

Kemudian  dalam pengungkapan empat kapal ini kata yasin  Baharkam Mabes Polri berhasil menyelamatkan kerugian negara dari tindak pidana illegal fishing sebesar Rp 1,444 Triliun.

“Sejauh ini kita masih terus melakukan pendalaman dan tidak menutup kemungkinan ada kapal induk yang terlibat langsung datang dari negara asal kapal pencuri ikan tersebut,” ujar Yasin. 


  

Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

NA

Subscribe Our Newsletter