-->

KS

AJI Batam Kecam Intimidasi Terhadap Jurnalis Ajang Nurdin Saat Meliput Menhub Budi Karya

inidata.id - Aksi intimidasi saat meliput dialami Ajang Nurdin, jurnalis Liputan6.com untuk wilayah Batam, Kepulauan Riau. Kejadian itu dialaminya saat meliput kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, di Rusun BP Batam di Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam.

Berdasarkan kronologi kejadian, saat itu jurnalis Ajang Nurdin hendak mewancarai atau melakukan door stop Menhub Budi Karya usai meninjau Rusun BP Batam. 

Belum sempat mengajukan pertanyaan, pria asal Garut, Jawa Barat itu langsung didorong pada bagian lehernya oleh salah satu ajudan Budi Karya Sumadi. Setelah itu, petugas lain yang tidak diketahui dari instansi mana memiting sembari menyeret Ajang menjauh dari rombongan Menhub Budi Karya.  

"Bro, wawancara nanti di pelabuhan [Pelabuhan Ferry Batam Center]," katanya setelah melepas pitingan.

Menurut pengakuan Ajang Nurdin, dia tidak mengetahui kalau Budi Karya Sumadi tidak dapat diwawancarai saat itu. Berdasarkan jadwal kunjungan kerja Menhub RI itu di Batam pun, tidak disebutkan sama sekali bahwa door stop dilarang.

Tindakan intimidasi ini jelas bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan mengancam kebebasan pers di Batam dan secara luas di Indonesia. Atas kejadian yang dialami rekan kami, Ajang Nurdin, maka AJI Batam menyatakan sikap:

1. Mengecam intimidasi yang dilakukan secara arogan oleh oknum pengamanan Menteri Perhubungan terhadap Ajang Nurdin jurnalis Liputan6.com.

2. Mengimbau semua pihak untuk menghargai, memahami kerja-kerja jurnalisme dan menghormati kebebasan pers di Batam, dan di seluruh Indonesia secara umum. Kami   mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya jurnalis dilindungi oleh undang-undang. Pasal 18 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan, "Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum." Penghalang-halangan upaya jurnalis untuk mencari dan mengolah informasi pun, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

3. AJI Batam menegaskan jurnalis harus dilindungi dalam melaksanakan tugas peliputan demi mencari kebenaran yang hakiki bagi masyarakat, meskipun mendatangkan kebencian dari pihak tertentu.

AJI Batam berharap kejadian yang menimpa Ajang Nurdin tidak terulang lagi bagi jurnalis lain di Batam dan di Indonesia di masa mendatang.

Batam, 16 September 2021
Ketua AJI Batam
Slamet Widodo

Sekretaris
Eliza Gusmeri

Bidang Advokasi AJI Batam
Fathur Rohim


Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

NA

Advertisement

Subscribe Our Newsletter