-->

Advertisement

KS

Asumsi Salah Soal Community Logging: Kau Nebang Kayu, Habis . .

inidata.id - Kadang kadang ada asumsi yang salah. "Kau nebang kayu, habis hutan kau babat," kata seorang teman.

Ini asumsi yang salah. Yang kita panen kayunya itu hasil tanaman. Di lahan pribadi. Sudah SHM atau punya sertifikat hak milik. Fungsi kawasan nya APL atau areal budidaya. 

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:

Dukung Inidata.id tetap ada  

Sebagaimana diunggah akun Facebook Dedy Armayadi, Kementerian LHK juga sudah mengatur bagaimana PUHH nya, berikut mekanisme peredaran hasil hutan nya.

Petani menanam kayu ini juga menggunakan sistem agroforestry. Di sekitar pohon jabon itu, ditanam pula pohon jeruk, tebu dan sayur-sayuran. Setelah cukup umur, memiliki diameter 30 cm up, baru lah kayu nya dipanen.

Jadi bukan menghabiskan hutan, justru pemanenan kayu itu justru membantu petani. Kayu yang dipanen menghasilkan pendapatan. Tidak hanya untuk petani. Tetapi juga para pekerja community logging lainnya. Seperti operator chainsaw, operator bandsaw di sawmil, dan pedagang kayu.

Terkadang petani tidak paham, bagaimana cara mengukur potensi hasil tanamannya, bagaimana mengukur kayu log yang sudah di tebang, bagaimana menyiapkan dokumen legal peredaran hasil hutan nya, bahkan bagaimana kayu yang ia tanam bertahin tahun itu bisa menemukan pasar nya.

Sebagai alumni kehutanan yang punya hobi bisnis kayu, tugas kita lah yang mendampingi petani. Untuk proses PUHH dan peredaran hasil hutannya.

So, manen kayu itu tidak menghabiskan hutan. Justru membantu petani meningkatkan pendapatan nya. Kita mengembangkan produksi kayu yang berkelanjutan.

Ayo bantu untuk pengembangan community logging di Kalimantan Barat sepertihalnya di Jawa yang sudah berkembang pesat. Ayo kita kembalikan kejayaan industri kehutanan seperti dulu lagi. Kita pasti bisa!.


 

Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

NA

Subscribe Our Newsletter