-->

Advertisement

KS

Cara Kolaborasi Smash on Drugs dalam Operasi Laut Interdiksi Terpadu

 
inidata.id - Penyelundupan dan peredaran gelap narkotika melalui jalur laut masih mendominasi di wilayah Indonesia. Luasnya perairan Indonesia seolah menjadi celah bagi sidikat jaringan internasional untuk memasukan narkotika yang berasal dari Golden Triangle maupun Golden Crescent ke Indonesia. 
Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:
Dukung Inidata.id tetap ada

Mencermati kondisi tersebut Badan Narkotika Nasional (BNN) RI terus bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait guna melakukan pencegatan atau interdiksi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia. 

BNN RI menggandeng Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, dan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menggelar operasi laut interdiksi terpadu. Operasi tersebut rencananya akan digelar selama 12 hari terhitung sejak tanggal 14 September sampai dengan 25 Septembe 2021. 

Sebanyak 84 personel diterjunkan dalam operasi laut interdiksi terpadu yang terdiri dari unsur BNN maupun instansi terkait. Beberapa unsur internal  BNN antara lain BNN pusat, BNNP Aceh, BNNP Sumatera Utara, BNNP Riau, BNNP Kepulauan Riau, BNNP Kalimantan Timur, BNNP Sulawesi Selatan, dan BNNP DKI Jakarta. 

Sementara, unsur eksternal BNN terdiri dari Ditpolair, Dirjen Bea dan Cukai, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KLKP), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Adapun sejumlah wilayah yang menjadi target operasi yaitu perairan Selat Malaka, perairan Selat Makassar, Laut Sulawesi, Kepulauan Seribu, serta pelabuhan-pelabuhan yang terhubung dengan wilayah perairan tersebut. 

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:
Dukung Inidata.id tetap ada

Operasi yang diberi nama gempur narkotika bersama (Purnama) ini dibuka oleh Kepala BNN Petrus Reinhard Golose, Selasa (14/9/2021) di di Dermaga Bintang 99, Batam, Kepulauan Riau. 

Kehadiran Kepala BNN dalam pembukaan operasi tersebut sekaligus menyaksikan secara langsung penandatanganan perjanjian kerja sama pelaksanaan operasi laut interdiksi terpadu dalam rangka P4GN antara BNN RI dengan seluruh unsur instansi terkait.

BNN berharap kerja sama dan kolaborasi dalam kegiatan operasi laut interdiksi terpadu 2021 ini menjadi langkah smash on drugs yang dapat menjaring dan mengungkap jaringan sindikat narkotika internasional dan menyelematkan Indonesia dari ancaman narkoba.


 

Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

NA

Subscribe Our Newsletter