-->

Advertisement

KS

Diduga Gelapkan Uang Rp 1 Miliar, Direktur PT SBI Dilaporkan ke Polisi

inidata.id - Direktur PT Sukses Bintang Indonesia (SBI) Edy Gunawan dilaporkan ke Polres Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) atas dugaan penggelapan modal usaha milik rekan kerjanya yang juga merupakan mantan Direktur Operasional PT SBI, Djoko sebesar Rp 1 miliar. 

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:

Dukung Inidata.id tetap ada  

Mantan Direktur Operasional PT SBI, Djoko membenarkan jika dirinya telah melaporkan Edy Gunawan secara resmi ke Polres Ketapang terkait modal usaha miliknya yang tak kunjung dikembalikan oleh Direktur PT SBI.

"Hari ini saya telah melaporkan Direktur PT SBI, terkait dugaan penggelapan yang dilakukan Edy terhadap saya," ujar Djoko dalam keterangan resminya pada Senin (6/9/2021).

Dia bilang, kalau kejadian ini bermula ketika dirinya diajak bekerjasama oleh PT SBI, yang mana satu di antara syarat bekerjasama dengan menanamkan modal usaha pada alat berat untuk operasional PT SBI. Dia mengakui, saat pertama kali menjalin kerjasama dirinya memberikan total dana sebesar Rp 1 miliar.

"Berjalan waktu PT SBI tidak pernah memberikan keuntungan bahkan ketika saya tidak lagi bekerja sama modal saya juga tidak kunjung dikembalikan sampai saat ini," ucapnya mengeluh  kalau pada awal kesepakatan direncanakan pembelian 14 unit alat berat dengan pembagian porsi saham Edy Gunawan sebesar 40 persen, Derry Lodiyanto 40 persen dan dirinya 20 persen, sedangkan terkait pembagian fee tidak dibuat tertulis hanya menggunakan kesepakatan sesuai dengan presentase modal awal masing-masing pihak.

 "Harusnya setelah bekerja di tambang ada keuntungan diberikan ke saya, tapi faktanya SBI malah terus menambah alat berat sedangkan untung dan modal saya tidak dikembalikan. Jadi pelaporan ini sebagai langkah terakhir saya menuntut hak dengan di lampiri bukti-bukti transfer dana untuk modal awal saya sudah serahkan," kata dia.

Dia mengaku menyesal lantaran akibat perbuatan PT SBI ini. Ini karena, dia harus menanggung beban utang di Bank karena modal awal sekitar Rp 1 miliar yang ia berikan di dapat dengan mengajukan kredit sertifikat rumah miliknya.

"Saya yang jadi korban, ini diperparah dengan sikap PT SBI yang tidak mengakui memiliki tanggung jawab hutang tagihan supplier pihak ketiga dilokasi air upas sebanyak 113 juta sehingga tanggung jawab dibebankan ke saya," kata dia.

Dia berharap agar aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan dirinya dan persoalan yang dihadapinya dapat terselesaikan dengan memproses secara hukum PT SBI yang dinilai telah merugikan dirinya.

Persoalan Investasi Bersama

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan soal adanya laporan terhadap dirinya, Direktur PT SBI, Edy Gunawan mengaku kalau persoalan itu merupakan persoalan investasi bersama.

 "Waduh, itu internal kita, kita kemarin investasi bersama jadi nilai investasi tidak kita hanguskan, karena perusahaan juga masih berjalan kok," katanya.

Dia bilang, kalau pihaknya juga memiliki itikad baik hanya saja memang komunikasi saat ini dengan Djoko terputus. Bahkan diakuinya kalau Djoko awalnya merupakan orang PT SBI. "Kalau ada laporannya kita siap," katanya.


Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

NA

Subscribe Our Newsletter