-->

Advertisement

KS

Soal Kejadian di Sintang, Polda Kalbar Fokus Keselamatan Jiwa

 inidata.id - Melindungi, menyelamatkan jiwa serta kehormatan masyarakat itulah tugas utama Kepolisian Republik Indonesia. Demikian ditegaskan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Remigius Sigid Tri Hardjanto menyikapi kejadian  pada  Jumat (3/9/2021) siang sekelompok orang merusak masjid dan membakar sebuah bangunan sekitar masjid jemaat Ahmadiyah di di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang.  

“Oleh karena itu anggota Polri fokus jaga rumah warga Ahmadiyah untuk antisipasi penyerangan secara fisik yang dapat menimbulkan korban jiwa kedua belah pihak,” kata dia pada Senin malam, 6 September 2021 dalam keterangan resminya.

Selain itu dia menegaskan soft approach dalam mengamankan bangunan dan rumah ibadah bertujuan untuk menghindari kerugian yang lebih besar yaitu t erjadinya konflik antara massa yang emosi ingin merobohkan bangunan dengan petugas yang mengamankan, hal ini tentunya berpotensi menyebabkan luka bahkan korban jiwa.

“Kami pastikan tidak ada korban jiwa. Karena sudah dilakukan pencegahan awal. Percayakan kepada kami,” kata dia.
 
Dalam menghadapi dinamika di lapangan, dia menegaskan dengan mengkalkulasi sumber daya yang dimiliki dan risiko  yang akan terjadi, Polri harus dengan cepat ambil keputusan (Diskresi) strategi dan CB yang paling tepat  utamanya adalah: negara hadir untuk rakyatnya; melindungi, menyelamatkan jiwa serta kehormatan masyarakat.

“Inilah strategi dan CB yang dipilih dan diputuskan di lapangan dan target atau tujuan utama nya tercapai yaitu tidak ada korban jiwa di pihak manapun,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat  Inspektur Jenderal Polisi Remigius Sigid Tri Hardjanto seraya menegaskan serta mengingatkan, komitmen Polri sebagai representasi negara, bahwa negara harus hadir untuk melindungi warganya.

“Tidak boleh kalah atau membiarkan anarkisme, telah dilaksanakan oleh Polda Kalbar yang cepat melaksanakan penegakkan hukum dengan menangkap para pelaku perusakan dan tetap menjaga keamanan semua warga,” kata dia.

Dia menegaskan, upaya penangkapan dalam rangka penegakkan hukum pun dilaksanakan dengan strategi dan CB yang tegas serta humanis. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya respon yang provokatif dan anarkis dari berbagai pihak.

16 Tersangka Ditangkap 

Kini, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat sudah menangkap 16 terduga pelaku perusakan bangunan sekitar masjid jemaat Ahmadiyah di di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang.

“Kami sampaikan bahwa penegakan hukum dilaksanakan dengan tetap mengelola aspek keamanan, tidak agresif tapi terukur.  Kami laporkan update hari ini bahwa untuk tersangka pelaku lapangan dijerat Pasal 170 KUHP saat ini sudah 16 tersangka. Sedangkan aktor intelektual akan dipersangkakan Pasal 160 KUHP dan saat ini masih ada 2 orang diperiksa sebagai saksi. Gelar perkara sudah dilaksanakan untuk menaikkan status tersangka, dan akan dilakukan BAP tersangka, dan dilakukan penahanan,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Remigius Sigid Tri Hardjanto.




Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

NA

Subscribe Our Newsletter