-->

KS

Ini Pemusnahan Obat dan Makanan Ilegal Akhir 2021 di Kalimantan Barat

inidata.id - Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan, salah satu tugas Badan POM adalah menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah: 

 Dukung Inidata.id tetap ada

Balai Besar POM di Pontianak sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan POM, selama periode tahun 2020 sampai dengan 2021 melakukan pengawasan terhadap sarana Obat dan Makanan di wilayah kerja Kalimantan Barat, menemukan sebanyak 53 kasus dengan temuan Obat dan Makanan ilegal, dalam hal ini tidak memiliki izin edar dan Tidak Memenuhi Ketentuan lainnya.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah: 

 Dukung Inidata.id tetap ada

Hasil pengawasan tersebut telah ditindaklanjuti dengan Projustisia sebanyak 10 perkara dan pembinaan sebanyak 43 kasus.

Kepala Balai Besar POM di Pontianak, Fauzi Ferdiansyah,  menyebut barang temuan Obat dan Makanan dalam hal ini tidak memiliki izin edar dan Tidak Memenuhi Ketentuan lainnya yang diamankan hasil pengawasan di wilayah Kalimantan Barat selama tahun 2020 sampai dengan 2021 senilai Rp 1.183.168.600,- (satu miliar seratus delapan puluh tiga juta seratus enam puluh delapan ribu enam ratus rupiah), berjumlah sebanyak 1.018 item (22.759pcs) yang terdiri dari, Obat Tradisional Tanpa Izin Edar 166 item, 2465 pcs (antara lainBugarin, Montalin), Obat TIE 117 item, 943 pcs (antara lain Panadol Malaysia, Obat Pelangsing) Suplemen Tanpa Izin Edar 11 item, 84 pcs (antara lain ANS BCAA, ANS Creatine), Pangan Tanpa Izin Edar 159 item, 1898 pcs (antara lain Milo Malaysia, Popo Maruku Ikan), kosmetik TIE 537 item, 4777 pcs (antara lain Collagen, RDL), dan ObatTradisional mengandung Bahan Kimia Obat 28 item, 12592 pcs (Jamu Kunci Sejati, Jamu Dua Singa mengandung BKO dan telah dicabut izin edarnya pada Bulan Oktober 2021).

Pemusnahan dilaksanakan di halaman Kantor Balai Besar POM di Pontianak, yang secara simbolis dimusnahkan dengan menggunakan mobil Incinerator, dihadiri dan disaksikan oleh lintas sektor terkait yaitu Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat, Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Barat, BINDA Kalimantan Barat, Ombudsman, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat dan Perwakilan PUPR Kabupaten Kubu Raya.

“Terhadap keseluruhan temuan Obat dan Makanan illegal dan TMK tersebut selanjutnya akan dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan alat Tandem Roller di area land fill Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Kubu Raya,” kata Kepala Balai Besar POM di Pontianak, Fauzi Ferdiansyah, Kamis, 23 Desember 2021.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah: 

 Dukung Inidata.id tetap ada

Selanjutnya Balai Besar POM di Pontianak akan terus berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran Obat dan Makanan secara berkesinambungan dan berkoordinasi lebih intensif dengan lintas sektor terkait

“Mengimbau masyarakat untuk tidak mengkonsumsi Obat dan Makanan yang tidak memiliki izin edar, tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan manfaat, serta selalu melakukan CekKLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk,” kata dia dalam keterangan resminya.


Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

REKOMENDASI

NA

Advertisement

Subscribe Our Newsletter