-->

KS

Pemerintah Bakal Lebih Serius Tangani Difabel Intelektual

Didik Suhardi, Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga (kedua dari kiri) berbincang dengan Warsito Ellwein Ketua Umum Special Olympics Indonesia (baju putih), Rabu, 1/12/2021, di Jakarta. (Foto oleh: Rahmi Hidayati).
Didik Suhardi, Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga (kedua dari kiri) berbincang dengan Warsito Ellwein Ketua Umum Special Olympics Indonesia (baju putih), Rabu, 1/12/2021, di Jakarta. (Foto oleh: Rahmi Hidayati).

inidata.id - Pemerintah akan mencari upaya agar dapat lebih komprehensif  mengembangkan anak-anak bertalenta khusus, atau difabilitas intelektual. Mereka adalah bagian dari kelompok rentan yang memiliki hak yang sama dengan warganegara lain dalam kehidupan bernegara.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah: 

 Dukung Inidata.id tetap ada 

Untuk dapat segera mewujudkannya, dalam waktu dekat Kantor Menko PMK segera mengundang kementerian dan lembaga terkait.Raker ini akan membahas berbagai hal terberadaan kelompok difabel intelektual di Indonesia. 

Demikian hasil pembicaraan Didik Suhardi, Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga dengan Warsito Ellwein Ketua Umum Special Olympics Indonesia (Soina), Rabu (1/12/2021 di Jakarta.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah: 

 Dukung Inidata.id tetap ada 

Dalam pertemuan itu, Warsito Ellwein memaparkan kondisi anak-anak bertalenta khusus serta rencana penyelenggaraan Pekan Special Olympics National (Pesonas) yang akan berlangsung di Semarang, Juli 2022 men datang. 

Dalam jangka panjang SOina ingin bermitra dengan pemerintah Republik Indonesia dalam mengembangkan program bagi difabel intelektual.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah: 

 Dukung Inidata.id tetap ada 

 "Ada banyak hal yang harus dilakukan agar anak-anak bertalenta khusus itu bisa berkembang dan menghasilkan karya bagi bangsa ini," ujar Warsito dalam keterangan resminya.

Difabel intelektual adalah kelompok orang yang lemah dalam intelegensianya. Mereka mengalami kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga selalu membutuhkan pendampingan.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah: 

 Dukung Inidata.id tetap ada 

Berbeda dengan ragam difabel lain, difabel intelektual punya kendala besar dalam berkomunikasi dengan pihak lain. Dalam kehidupan sehari-hari mereka cenderung kurang berinteraksi.

“Saya menyaksikan perubahan sikap masyarakat dan keluarga di Jerman yang telah membuat anak difabel intelektual bisa menjadi lebih mandiri. Kita pun bisa berbuat seperti itu, dan dengan perubahan itu, anak difabel bisa berkembang sehingga tidak menjadi beban bagi lingkungannya,” ujar Warsito.

Menurut perkiraan Special Olympics Internasional setiap negara rata-rata memiliki 1,2%, sementara pihak Kementerian Kesehatan Indonesia memperkirakan sekitar 1,04% penduduk tergolong difabel intelektual.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah: 

 Dukung Inidata.id tetap ada 

Dengan demikian jumlah difabel intelektual setidaknya ada 2,5 juta jiwa. Saat ini ada sekitar 100.000 anak aktif  dalam kegiatan-kegiatan Special Olympics Indonesia baik olah raga maupun lainya. 

Mereka tersebar di seluruh Indonesia. Bulan Juli 2022 mendatang sebuah festival akan berlangsung di Semarang, bertitel Pekan Special Olympics Nasional. Hasilnya akan menentukan pembentukan delegasi Indonesia yang akan berangkat ke World Summer Games di Berlin, Jerman 2023. (*/r2) 



Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

REKOMENDASI

NA

Advertisement

Subscribe Our Newsletter