• Sabtu, 28 Mei 2022

Resmikan Mobil Listrik Rakitan Indonesia, Presiden Jokowi: Ini Momen Saya Tunggu

- Kamis, 17 Maret 2022 | 15:32 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan pabrik mobil listrik pertama di Indonesia. (Mobil listrik PLN)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan pabrik mobil listrik pertama di Indonesia. (Mobil listrik PLN)

Inidata.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan pabrik mobil listrik pertama di Indonesia. Fasilitas produksi besutan Hyundai Motor ini menjadi pabrik mobil listrik pertama yang hadir di Tanah Air.

Presiden Jokowi bilang, kedepan kendaraan listrik harus menjadi moda transportasi utama negara Indonesia. Melalui peresmian pabrik mobil listrik ini, diharapkan bisa mendorong pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Baca Juga: PLN Kucurkan Rp 4,2 Miliar demi Nyalakan Listrik 2 Desa di Ketapang

"Ini momen yang saya tunggu-tunggu, karena kita ingin segera melakukan transisi besar-besaran dari mobil yang berbahan bakar fosil menjadi mobil listrik yang ramah lingkungan," kata Presiden Jokowi pada Kamis (17/3/2022).

Tak hanya mobil listrik saja, dia bilang Indonesia juga akan memulai pembentukan pabrik battery cell pada tahun ini. Dengan adanya pabrik baterai mobil listrik, maka Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam industri dan ekosistem kendaraan listrik.

"Kita punya nikel, cobalt dan bauksit yang semua merupakan komponen utama battery cell dan kendaraan listrik. Ini 2022 jadi momen penting pengembangan baterai litium," kata Presiden Jokowi.

PT PLN (Persero) juga siap mendukung masifnya kendaraan listrik ini. Dengan masifnya kendaraan listrik maka target cabon neutral pada 2060 bisa tercapai.

"Kami PLN tentu saja mendukung penuh dan berperan aktif dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Mulai dari infrastruktur listrik, pasokan hingga membuat ekosistem tersebut," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang turut hadir bersama Presiden dalam peresmian pabrik mobil listrik di Indonesia.

Dia menjelaskan, PLN telah melakukan banyak hal dalam mengurangi emisi karbon di sektor kelistrikan. Mulai dari masifnya pembangunan pembangkit EBT yang tertuang dalam RUPTL juga beberapa program seperti dedieselisasi PLTD, retirement PLTU sampai pada program co-firing di PLTU.

Halaman:

Editor: Maryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X