• Jumat, 7 Oktober 2022

Kemandirian Perempuan: Membuka Potensi Menuju Pengusaha Ultra-Mikro di Indonesia

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:15 WIB
Kemandirian Perempuan: Membuka Potensi Menuju Pengusaha Ultra-Mikro di Indonesia. (Dokumentasi PIP)
Kemandirian Perempuan: Membuka Potensi Menuju Pengusaha Ultra-Mikro di Indonesia. (Dokumentasi PIP)

Inidata.id - Akibat dampak Covid-19 telah menggeser kekuatan pasar tenaga kerja. Hal ini disebabkan karena pemberi kerja mengurangi tenaga kerja dan kebutuhan pengasuhan anak di rumah meningkat.

Mata pencaharian perempuan telah berubah, sehingga menjadi semakin penting dibanding untuk memanfaatkan perkembangan ekosistem digital untuk pemberdayaan ekonomi perempuan.

Saat ini, perekonomian Indonesia ditopang oleh usaha berskala mikro. Sebanyak 61 persen perekonomian Indonesia terdiri atas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan mayoritas (64 persen) pelaku usaha tersebut adalah perempuan.

Baca Juga: Inovasi Komanda: Cara Edukasi dan Hilangkan Polusi Udara TPA Batu Layang Pontianak Utara

Covid-19 telah menyebabkan guncangan pada pasar tenaga kerja di sektor formal sehingga penduduk berpendapatan rendah terpaksa beralih menjadi pelaku usaha atau pekerja informal.

Laporan Womens World Banking mengenai Ketahanan Ekonomi dan Adopsi Digital Di Antara Pengusaha Ultra Mikro di Indonesia merangkum penelitian paling menyeluruh hingga saat ini mengenai segmen pengusaha ultra-mikro di Indonesia.

Segmen ini mencakup mereka yang memiliki akses pinjaman ultra mikro dari Pemerintah Indonesia yang disalurkan oleh Pusat Investasi Pemerintah melalui mitra penyalur, dan mereka yang memiliki karakteristik bisnis serupa yang belum pernah mengakses pinjaman tersebut.

Penelitian ini mengidentifikasi tiga tipe pengusaha ultra mikro yaitu entrepreneur by necessity, stable entrepreneur, dan growth oriented. Hal ini memberikan peluang untuk merancang program kemandirian bagi pengusaha ultra mikro yang memang bertujuan untuk mengembangkan usahanya karena pengusaha perempuan memiliki perilaku yang melintasi banyak persona dan relatif lebih dinamis.

Hasil riset tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai stakeholder untuk merancang program kemandirian segmen ultra mikro . Sebagai upaya konsolidasi berbagai pihak untuk merancang program kemandirian segmen ultra mikro Pusat Investasi Pemerintah bekerjasama dengan Women’s World Banking mengadakan fórum diskusi dengan tema ‘Membuka Potensi Menuju Kemandirian Perempuan Pengusaha Ultra-Mikro di Indonesia

Dalam diskusi tersebut, menghadirkan Agnes Salyanty – Research Lead Asia Tenggara untuk Women’s World Banking, Eddy Satriya – Deputi Bidang Usaha Mikro, Kemenkop UKM, In in Hanidah dari Oorange UNPAD, Dwi Yuliawati Faiz - Head of Programmes UN Women, dan Palmira P. Bachtiar - Peneliti Senior SMERU.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ririn Kadariyah, menyampaikan mengenai peran Pembiayaan UMi dalam menyediakan fasilitas pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro khususnya pelaku usaha perempuan.

Halaman:

Editor: Fatul Birri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X