Menuju Sawit Berkelanjutan: Pemangku Kepentingan Sawit Indonesia Dukung Transformasi Sawit Berkelanjutan

- Rabu, 9 November 2022 | 16:01 WIB
Surat Tanda Daftar Budidaya: Penerbitan 1000 STDB untuk Petani Kelapa Sawit Swadaya di Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Inidata.id)
Surat Tanda Daftar Budidaya: Penerbitan 1000 STDB untuk Petani Kelapa Sawit Swadaya di Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Inidata.id)

Inidata.id - Pemerintah Indonesia, pelaku industri, petani sawit, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), bersama-sama mendukung transformasi menuju sawit berkelanjutan di Indonesia.

Langkah menuju sawit berkelanjutan ini didorong oleh perkembangan dan tren industri global, khususnya saat Ini di Asia, yang menunjukkan penguatan sinyal-sinyal hijau, termasuk di antaranya Tiongkok yang merupakan tujuan ekspor kedua terbesar untuk minyak sawit Indonesia.

Dengan 73,8 persen impor minyak sawit di Tiongkok bersumber dari Indonesia, tren hijau pasar Asia ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memastikan keberterimaan produk sawit berkelanjutan nasional di pasar utama dunia.

Baca Juga: Surat Tanda Daftar Budidaya: Penerbitan 1000 STDB untuk Petani Kelapa Sawit Swadaya di Kubu Raya

Baca Juga: Cara Bupati Landak Karolin Panen Perdana Peremajaan Sawit Rakyat Kalimantan Barat

Dalam kesempatan kegiatan multistakeholder workshop yang diselenggarakan World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) di Hotel Borobudur pada Rabu 9 November 2022, para pemangku kepentingan industri sawit mendiskusikan prospek pasar sawit berkelanjutan di tingkat Asia ini dan kesiapan industri sawit Indonesia untuk meyambut tren hijau di pasar sawit Asia yang tengah berkembang.

Selain pemangku kepentingan sawit asal Indonesia, kegiatan workshop sawit berkelanjutan ini juga dihadiri oleh perwakilan konsumen dari Tiongkok yang berpartisipasi secara daring.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari para pihak. Dikutip dalam keterangan resminya, Plt Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian (PPHP), Baginda Siagian menyampaikan bahwa kelapa sawit berkelanjutan merupakan salah satu sektor strategis bagi Indonesia saat ini mengingat kontribusi ekspor kelapa sawit terhadap devisa negara mencapai 80-90 persen.

Meski demikian, Indonesia perlu terus berupaya agar produk sawit Indonesia bisa diterima di pasar internasional, utamanya untuk merespons tren industri sawit berkelanjutan yang lebih hijau.

Halaman:

Editor: Fatul Birri

Sumber: Inidata.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Langkah Ketika Ingin Membeli Mobil Bekas

Senin, 2 Januari 2023 | 14:31 WIB

Tips Memilih Sarung Terbaik, Bisa untuk Anak Muda

Senin, 26 Desember 2022 | 19:06 WIB
X