• Kamis, 18 Agustus 2022

Mantan Teroris Sebagai Pembicara di Kalimantan Barat, FGD Moderasi Beragama Kemenag: Memberikan Wawasan

- Kamis, 14 Juli 2022 | 21:06 WIB
Mantan Teroris Sebagai Pembicara di Kalimantan Barat: Perlu Pemahaman dan Pengamalan Pancasila dengan Baik . (Inidata.id)
Mantan Teroris Sebagai Pembicara di Kalimantan Barat: Perlu Pemahaman dan Pengamalan Pancasila dengan Baik . (Inidata.id)

Inidata.id - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat Syahrul Yadi dalam siaran persnya menjelaskan, hadirnya dua narasumber (Ken Setiawan dan Rosnazizi) ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pemahaman kepada masyarakat khususnya peserta FGD tentang paham radikal dan moderasi beragama yang menjadi prioritas program nasional.

Syahrul Yadi mengingatkan, potensi persatuan dan perpecahan di Indonesia, Kalimantan Barat khususnya sangat kental, maka harus kembali pada Bhinneka Tunggal Ika.

“Orang beragama rentan dan sangat mudah tersinggung jika bicara soal agama. Kencang bahkan tidak dipikirkan dari sisi budaya, bahkan nyawa pun siap untuk dikorbankan. Ada kekuatan kiri dan kanan, maka kita harus menguatkan kekuatan tengah, yaitu bermoderasi agama,” kata Syahrul Yadi hari ini Kamis (14/7/2022) dalam Focus Group Discussion (FGD) moderasi beragama di Rumah Adat Melayu, Pontianak.

Baca Juga: Mantan Teroris Sebagai Pembicara di Kalimantan Barat: Kita Harus Belajar dari Sumber Benar

FGD moderasi beragama itu sendiri mengusung tema: Moderasi Beragama dan Pluralisme: Sebuah Alternatif dan Solusi Problem Kebangsaan.

Syahrul Yadi merinci, hadir sebagai peserta dalam kegiatan FGD moderasi beragama itu sebanyak 300 orang. Terdiri dari pengelola pondok pesantren, pengurus masjid, penyuluh lintas agama se-Kota Pontianak, dan Paguyuban Merah Putih Kota Pontianak.

Selain mantan aktivis radikalisme dan mantan teroris, Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Syahrul Yadi juga turut menjadi pembicara FGD moderasi beragama.

FGD moderasi beragama ini sebagai sarana penyampaian konsep penguatan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama sebagai upaya pencegahan radikalisme guna mendukung semangat toleransi dan kerukunan beragama di kota Pontianak.

Baca Juga: Mantan Teroris Sebagai Pembicara di Kalimantan Barat: Perlu Pemahaman dan Pengamalan Pancasila dengan Baik

Halaman:

Editor: Fatul Birri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sidang Tahunan MPR RI: Wujudkan Perdamaian Dunia

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:54 WIB

5 Alasan Ilmiah Teh Hijau Baik untuk Kulit

Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:51 WIB

Bank Sampah Pontianak: Sampah Bakal Bernilai Emas

Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:59 WIB
X