• Sabtu, 28 Mei 2022

Perubahan Iklim 3 Dimensi Pembangunan Berkelanjutan: Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial

- Kamis, 24 Maret 2022 | 15:39 WIB
Untuk mengatasi tantangan perubahan iklim ini, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengingatkan diperlukan tindakan perspektif jangka panjang (Foto: Inidata.id/Maryadi)
Untuk mengatasi tantangan perubahan iklim ini, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengingatkan diperlukan tindakan perspektif jangka panjang (Foto: Inidata.id/Maryadi)

Inidata.id - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji merinci, perubahan iklim dapat melibatkan 3 dimensi pembangunan berkelanjutan, yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Untuk mengatasi tantangan perubahan iklim ini, Gubernur Sutarmidji mengingatkan perlu tindakan perspektif jangka panjang tentang bagaimana menyikapi hari ini dapat mempengaruhi pembangunan berkelanjutan lingkungan hidup dengan semua pemangku kepentingan terlibat dalam mencapai solusi.

Baca Juga: Merinci Siklus Hidup Lalat BSF Penghasil Maggot Kalimantan Barat

“Peran Indonesia, terutama Kalbar, sangat penting dalam menekan kenaikan suhu bumi. Hal ini harus menjadi perhatian bersama karena Kalbar merupakan paru-paru dunia,” kata Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji pada saat mengisi acara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat memahami dengan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) mengadakan acara Seminar Internasional Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan di Hotel Ibis Pontianak City Center Jalan Jenderal Ahmad Yani No.81, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan.

Berapa Luasan Hutan Mangrove dan Lahan Gambut di Kalimantan Barat?

Selain sektor hutan tutupan, Gubernur Sutarmidji bilang Kalbar juga kaya akan wilayah hutan di daerah pesisir yang terkenal dengan hutan mangrove.

Terdapat 177.023.738 hektare hutan mangrove yang tersebar di 7 kabupaten di Kalbar. Selain itu, potensi lahan gambut di Kalbar cukup luas yakni sekitar 1,72 hektare.

“Dampak dari asumsi yang salah tentang tanah gambut kerap terjadi saat pembukaan lahan baru. Padahal, berdasarkan penelitian, lahan gambut sangat baik mengatur air dalam tanah dan potensi ekonominya sangat besar,” ucap Gubernur Sutarmidji mengingatkan.

Dia menegaskan, perubahan iklim seperti pemanasan global merupakan hasil dari praktik manusia. Emisi gas rumah kaca, kepunahan spesies dan habitat, serta keanekaragaman hayati, merupakan masalah lingkungan hidup yang mendesak untuk segera dicari jalan keluarnya.

Halaman:

Editor: Maryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kondisi Saat Ini Sungai Menyuke Landak Kalbar 2021

Kamis, 9 Desember 2021 | 11:49 WIB

Sejarah Sungai Menyuke Landak: Dulu dan Sekarang

Kamis, 9 Desember 2021 | 11:48 WIB
X