• Sabtu, 28 Mei 2022

Cara Pengelolaan Ekosistem Gambut Lestari Berkelanjutan di Kalimantan Barat

- Rabu, 30 Maret 2022 | 14:56 WIB
Ini solusi bersama untuk pengelolaan gambut lestari di Kalimantan barat berkelanjutan dirumuskan bersama-sama dengan semua pihak
Ini solusi bersama untuk pengelolaan gambut lestari di Kalimantan barat berkelanjutan dirumuskan bersama-sama dengan semua pihak

Inidata.id - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat bersama-sama dengan World Agroforestry (ICRAF) Indonesia menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Sehari dengan tema “#PahlawanGambut: Menuju Pengelolaan Ekosistem Gambut Berkelanjutan di Kalimantan Barat”, Rabu, 30 Maret 2022, di Hotel Harris Jalan Gajah Mada No.150, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Lokakarya sehari pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan di Kalimantan Barat ini dijadikan momentum untuk menyampaikan perkembangan implementasi riset-aksi Peat-IMPACT Indonesia di Kalimantan Barat. Sekaligus menghimpun pandangan dan gagasan dari para pemangku kepentingan tentang pengelolan ekosistem gambut berkelanjutan di Kalimantan Barat.

"Harapannya akan terkumpul masukan dan saran terkait intervensi yang lebih tepat sasaran dalam tatakelola gambut baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun tingkat tapak," kata Direktur ICRAF Indonesia Sonya Dewi lewat keterangan resminya.

Baca Juga: Perubahan Iklim 3 Dimensi Pembangunan Berkelanjutan: Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial

Dia menyampaikan, tatap muka kali ini merupakan anugrah. Ini karena sejak Peat-IMPACTS memulai kegiatan pada bulan Januari tahun 2020, baru kali ini berkesempatan untuk hadir bersama seluruh para pihak di Kalimantan Barat.

Kegiatan Peat- IMPACTS akan dilakukan hingga tahun 2024, bergandengan tangan dengan pemerintah dan mitra pembangunan lain. Salah satunya dengan Indonesian Soil Research Institute (ISRI), Kementerian Pertanian.

“Hadir juga bersama kita hari ini para peneliti muda gambut yang akan menjadi kader masa depan dalam pengelolaan gambut lestari di Kalimantan Barat ini," kata Sonya Dewi.

ICRAF bersama ISRI menjalankan riset-aksi Peat IMPACTS dengan pendekatan evidence-based, yakni pendekatan penelitian yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah melalui pengumpulan data dan informasi untuk menjadi dasar dari proses tata kelola gambut.

"Opsi dan solusi strategis yang sesuai dengan konteks lokal dan sejalan dengan aspirasi daerah akan dibangun untuk menemukan solusi terbaik, secara partispatif," kata Sonya Dewi.

Halaman:

Editor: Maryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kondisi Saat Ini Sungai Menyuke Landak Kalbar 2021

Kamis, 9 Desember 2021 | 11:49 WIB

Sejarah Sungai Menyuke Landak: Dulu dan Sekarang

Kamis, 9 Desember 2021 | 11:48 WIB
X