• Jumat, 8 Juli 2022

Kisah Pilu 5 Individu Orangutan Kembali ke Hutan Kalimantan

- Rabu, 22 Juni 2022 | 04:46 WIB
Kisah Pilu 5 Individu Orangutan Kembali ke Hutan Kalimantan. (IAR Indonesia)
Kisah Pilu 5 Individu Orangutan Kembali ke Hutan Kalimantan. (IAR Indonesia)

Inidata.id - Sebagai pelaksanaan program reintroduksi orangutan yang dilakukan dan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada bulan Juni ini, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan IAR Indonesia (YIARI) kembali membawa kabar yang menggembirakan.

Apa itu? melepasliarkan 5 individu orangutan di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya pada 18 Juni 2022 di Camp Teluk Ribas Resort Mentatai SPTN Wilayah I Nanga Pinoh. Mereka adalah: “Anjas”, “Cemong”, “Joyce”, “Kotap”, dan “Otan” yang merupakan orangutan hasil rehabilitasi di YIARI Ketapang.

“ANJAS”, orangutan berusia 12 tahun berasal dari Kabupaten Kubu Raya dan dipelihara oleh seorang pedagang yang menemukannya di hutan tanpa induk selama tiga tahun. Anjas diserahkan secara sukarela kepada BKSDA Kalbar dan YIARI pada 6 Februari 2014.

Baca Juga: Menakar Kelestarian Tengkawang Kalimantan Bagian Barat

“Cemong”, juga orangutan berasal dari Kabupaten Kubu Raya dipelihara oleh warga sebelum diselamatkan oleh tim gabungan BKSDA Kalbar dan YIARI pada 26 Januari 2011. Awalnya, Cemong ditemukan oleh warga di dalam area pembukaan lahan untuk kebun sawit dalam keadaan terluka dan induknya ditemukan sudah mati.

Untuk mengembalikan sifat alami dan kemampuanya bertahan hidup sebagai orangutan, Cemong harus menjalani masa rehabilitasi selama sebelas tahun sebelum akhirnya bisa dilepasliarkan.

“Joyce”, orangutan berusia 11 tahun merupakan orangutan yang dipelihara warga Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Pemeliharanya mengaku diberi orangutan sebagai tukar uang bensin oleh pengendara motor yang tidak dia kenal. Karena mengetahui bahwa memelihara satwa liar merupakan perbuatan melawan hukum, dia menyerahkan Joyce ke BKSDA Kalbar dan YIARI pada bulan Januari 2013.

“Kotap”, orangutan berusia 9 tahun merupakan orangutan yang menjadi korban pemeliharaan ilegal satwa liar dilindungi oleh warga Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.

“Kotap” orangutan dipelihara selama tiga tahun dan ditempatkan di kandang kayu kecil di depan rumah dan berhasil diselamatkan oleh tim gabungan BKSDA Kalbar dan YIARI pada 12 April 2017.

Halaman:

Editor: Aceng Mukaram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X