• Minggu, 29 Mei 2022

Alasan Peradi Versi Suara Advokat Indonesia Gelar Muscab Perdana di Batam

- Sabtu, 26 Februari 2022 | 07:52 WIB

Inidata.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  Peradi  Suara Advokat Indonesia (SAI) Kota Batam  secara resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) I  yang langsung dipimpin oleh Skretaris Jendral Dewan Pimpinan  Nasional  Peradi (SAI). 

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Peradi Suara Advokat Indonesia, Eva Nora, mengatakan dari 53 DPC se-Indonesia ada 3 yang menyelenggarakan Muscab di hari yang sama, salah satunya Kota Batam. 

"Kita sudah memiliki 53 DPC dan 3 DPD, diantaranya Riau, Kaltim dan Maluku. Kami berharap akan lahir 1 DPD lagi, yakni di Kepri dengan syarat harus ada 3 DPC. Siapapun terpilih nantinya adalah orang terbaik. Segeralah lahirkan DPC-DPC disini. Seperti Pinang dan Karimun misalnya. Saya salut dengan Peradi Batam ini. Ada 2 yang menggelar e-voting, yakni Malang dan Batam," kata dia pada Sabtu (26/2/2022). 

Ia berharap kedepan anggota Peradi SAI Batam bisa semakin banyak. Saat ini baru berjumlah 109 anggota di Kota Batam. Ia berharap dengan tema yang sudah dibuat, Peradi Batam bisa solid dan kompak. Kalah menang, kata dia, itu sudah hal yang biasa. Tak boleh ada pro dan kontra.

"Semoga bisa menjadi lebih banyak. Bertandinglah secara fair," katanya.

Sementra itu Staf Ahli Bidang Ekbang  Kota Batam, Demi Hasfinul Nasution, yang mewakili Wali Kota Batam, Muhhamad Rudi mengatakan peran hukum salah satunya didukung oleh peran advokat. Tanpa kehadiran advokat, tentu masyarakat akan sulit mendapatkan keadilan.

"Advokat ini sebagai jembatan masyarakat. Pembangunan Batam bisa sesuai dengan visi misinya. Pimpinan Kota Batam bertungku lumus sudah mempersiapkan Batam ini demi kesejahteraan masyarakat," kata Demi.

Peranan Peradi atau Advokat sangat erat dengan pembangunan. Misalnya seperti pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim yang berpotensi bisa dikunjungi wisman dan wisnus.

"Banyak juga persoalan hukum melalui internet. Misalnya vorum belanja online yang kadang bohong. Kiranya Peradi bisa ambil alih juga persoalan ini. Walaupun ada BPSK, tidak bisa mendukung dengan persoalan di dunia maya. Ini mungkin terobosan yang bisa difasilitasi oleh Peradi," kata Demi.

Dia menambahkan peran Peradi sangat dibutuhkan juga untuk pemerintah dalam membangun tatanan bangsa. Terutama dalam bentuk regulasi-regulasi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X