• Kamis, 7 Juli 2022

Ini Data Tujuh Rekomendasi Agenda di Bali untuk Resiliensi Berkelanjutan

- Jumat, 27 Mei 2022 | 22:59 WIB
Ke tujuh rekomendasi resiliensi berkelanjutan disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto di Bali Nusa Dua Convention Centre Jumat malam (27/5/2022). (BNPB)
Ke tujuh rekomendasi resiliensi berkelanjutan disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto di Bali Nusa Dua Convention Centre Jumat malam (27/5/2022). (BNPB)

Inidata.id - Pada acara penutupan, Indonesia berkesempatan untuk menyampaikan tujuh rekomendasi agenda Bali untuk resiliensi berkelanjutan pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke tujuh.

Ke tujuh rekomendasi resiliensi berkelanjutan disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto di Bali Nusa Dua Convention Centre melalui keterangannya, dikutip Jumat malam (27/5/2022).

Pertama, pengurangan risiko bencana perlu diintegrasikan pada kebijakan-kebijakan utama pembangunan dan pembiayaan, legislasi, dan rencana pencapaian agenda 2030.

Baca Juga: Ramadhan ke Delapan, BNPB Bagikan Belasan Ribu Masker di Masjid Istiqlal

Suharyanto mengatakan, Platform Global menyerukan transformasi mekanisme tata kelola risiko untuk memastikan pengelolaan risiko merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor, sistem, skala, dan batas.

“Sejumlah contoh menunjukkan bahwa bekerja secara horizontal dan vertikal dapat membantu pemerintah untuk memecahkan masalah kesenjangan kelembagaan dan ego sektoral," kata Suharyanto.

Kedua, hanya dengan perubahan sistemik masyarakat dunia dapat memperhitungkan kerugian yang sesungguhnya dari bencana dan kerugian dari ketiadaan aksi, serta membandingkannya dengan investasi dalam pengurangan risiko bencana.

“Contoh baik dari komitmen politik yang ditunjukkan dalam bentuk target anggaran yang disahkan dan mekanisme pelacakan untuk pengurangan risiko bencana bermunculan, yang harus dipromosikan dan direplikasi,” ujar Suharyanto yang sekaligus sebagai Ketua I Panitia Nasional GPDRR.

Suharyanto menyampaikan, strategi pembiayaan pengurangan risiko bencana dapat mengarahkan dan memprioritaskan investasi dan harus dimasukkan dalam kerangka pembiayaan nasional yang terintegrasi.

Halaman:

Editor: Maryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X