• Minggu, 29 Mei 2022

Meriam Karbit Pontianak 2022: Tak Hilang Ditelan Zaman

- Jumat, 29 April 2022 | 01:48 WIB
 Kelompok Meriam Karbit Setia Tambelan di tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. (Inidata.id)
Kelompok Meriam Karbit Setia Tambelan di tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. (Inidata.id)

Inidata.id - Beginilah aktivitas saat melihat meriam karbit Pontianak, Kalimantan Barat akhir Ramadhan 2022. Sejumlah pria terlihat sibuk di tepian Sungai Kapuas, Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.

Terlihat jelas ada yang mengambil air, ada pula berada di ujung moncong kayu berdiameter cukup besar sambil menutup lubang yang mengarah ke sungai dengan lembaran kertas koran.

Kemudian yang lainnya memasukkan karbit yang sudah dipecah seukuran kerikil kecil. Setelah itu, mereka menunggu sejenak.

Baca Juga: Pegiat Literasi Kubu Raya Menanti Buka Puasa Bersama: Nga Book Read

Selang beberapa menit, seorang pria membawa api obor menuju satu di antara kayu yang berjejer di tepian sungai yang berada tak jauh di bawah Jembatan Kapuas I.
Pria itu langsung menyulut lubang kecil yang ada di tubuh kayu bulat tersebut dan diikuti bunyi menggelegar hingga menarik perhatian pengendara yang melewati jembatan.

Begitulah cara warga memainkan benda yang dikenal dengan nama meriam karbit Pontianak.

Meriam karbit Pontianak ini terbuat dari kayu mabang atau meranti dengan ukuran diameter antara 50 - 70 centimeter dan panjang kisaran 5 hingga 6 meter.

Tak ada sedikitpun rasa takut dalam diri Chandra (33), warga Tambelan Sampit ini tatkala menyulut meriam karbit karbit.

Padahal bunyi yang dihasilkan permainan tradisional meriam karbit ini yang sudah menjadi tradisi saat bulan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri ini sangat dahsyat.
Bagi dia, bermain meriam karbit sudah menjadi bagian kehidupan warga sekitar tepian Sungai Kapuas terutama saat menyambut Idul Fitri.

Halaman:

Editor: Fatul Birri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X